Perkuliahan Minggu 3
Pengenalan
Logical Agents
Logic
merupakan jantung dari program, para pemrogram mempunyai keyakinan bahwa sebuah
computer dapat dibuat mengerti logika, maka computer dapat dibuat untuk
berfikir, karena logika kelihatannya menjadi inti dari kecerdasan.
1
Problem solving agent hanya bisa menyelesaikan masalah yang lingkungannya
accessible
2
Kita membutuhkan agen yang dapat menambah pengetahuan dan menyimpulkan keadaan
3
Agent yang akan membantu seperti ini kita beri nama knowledge based agent
3.1 Knowledge-based agent
Komponen utama dari knowledge based
agent adalah knowledge basenya. Knowledge base (KB) adalah kumpulan
representasi fakta tentang lingkungan atau dunia yang berhubungan atau menjadi
daerah bekerjanya agen. Setiap representasi dalam KB disebut sebagai sebuah
sentence yang diekspresikan dalam sebuah bahasa yakni knowledge representation
language
1 Representasi Pengetahuan
yang bersifat general.
2 Kemampuan beradaptasi sesuai
temuan fakta.
3 Kemampuan menyimpulkan
sesuatu dari pengetahuan yang sudah ada.
Syarat Representasi KB:
1 Representational Adequacy
kemampuan merepresentasikan semua pengetahuan yang dibutuhkan dalam domainnya
kemampuan merepresentasikan semua pengetahuan yang dibutuhkan dalam domainnya
2 Inferential Adequacy
kemampuan memanipulasi struktur pengetahuan untuk membentuk struktur baru dalam menampung pengetahuan baru hasil inferensi
kemampuan memanipulasi struktur pengetahuan untuk membentuk struktur baru dalam menampung pengetahuan baru hasil inferensi
3 Inferential
Efficiency
kemampuan untuk manambahkan informasi untuk mempercepat pencarian dalam inferensi
kemampuan untuk manambahkan informasi untuk mempercepat pencarian dalam inferensi
4 Acquisitional
Efficiency
kemampuan untuk menambah informasi baru secara mudah.
kemampuan untuk menambah informasi baru secara mudah.
Pengetahuan yang dimiliki agent tidak berguna jika ia tidak melakukan apapun Karenanya kita perlu menambahkan aturan agar dia dapat bergerak (complete the knowledge base).
Beberapa tahapan yang dilakukan dalam menyusun knowledge based agent:
Untuk dapat menyusun sebuah knowledge
based agent maka kita harus terlebih dulu bisa menyusun knowledge basenya
itu sendiri.
Untuk menyusun knowledge base
kita perlu menentukan bagaimana cara kita merepresentasikan pengetahuan kita (knowledge
representation)
Knowledge representation
kita harus merupakan bentuk yang mudah disimpan dan digunakan pada komputer.
Dalam perkuliahan ini kita menggunakan beberapa macam knowledge
representation language
Propositional Logic.
Proposional logic berupa kalimat-kalimat lengkap dari
fakta atau kenyataan, atau bisa dikatakan sebuah propositional logic
bisa merupakan sebuah proposisi adalah kalimat yang berbentuk dengan
sendirinya, apakah kalimat itu bernar atau kalimat itu salah. Propositional
logic merupakan operator-operator untuk menghubungkan proposisi-proposisi
dalam bentuk, ungkapan dan ekspresi, sebagai kata penyambung logika.
Contoh: 1 Tanda “^” artinya “AND”
2 Tanda “v” artinya “OR”
3. Tanda “ “ artinya “IF
THEN”
4. Tanda “ “
artinya “IF and only IF then”
5. Tanda “=” artinya “assignment”
6. Tanda “ “ artinya
“NOT (negation)”
P
|
Q
|
P^Q
|
P
|
PvQ
|
P Q
|
P Q
|
( PvQ)=(P
Q)
|
T
|
T
|
T
|
F
|
T
|
T
|
T
|
T
|
T
|
F
|
F
|
F
|
F
|
F
|
F
|
T
|
F
|
T
|
F
|
T
|
T
|
T
|
F
|
T
|
F
|
F
|
F
|
T
|
T
|
T
|
T
|
T
|
Penggunaan dari propositional logic sebagai langkah atau cara mempresentasikan dari pengetahuan dunia yang diperlukan dari sebuah sistem yang sudah terorganisir (AI). Ekspresi-ekspresi dibentuk menurut semua tata bahasa sederhana, dan ekspresi yang sesuai dengan tata bahasa ini disebut well formed formulae (wffs). Tanda kurung digunakan untuk membuat kelas urutan dari penempatan nilai kebenaran, jika tidak yang lain jelas. Suatu well formed formulae merupakan salah satu proposisi atau akan memiliki salah satu bentuk seperti yang terlihat pada tabel diatas, dengan pernyataan berikut ini:
Jika P adalah sebuah wff maka not P
( P) juga suatu wff.
Jika P dan Q adalah dua wffs, maka (gambar 1,1) :
Wff
( P)
(P^Q)
(PvQ)
(P Q)
(P Q)
|
Gambar 1,1
Predicate Calculus
Predicate calculus kadang disebut predicate logic
adalah penyederhanaan ektensi.
Perbedaan dasar antara predicate
logic dan propositional logic adalah, pemisahan attribute
dari objek yang kemungkinan mailik attribute, yaitu dalam predicate
calculus dimungkinkan untuk membentuk sebuah fungsi yang menentukan
kesulitan sebuah objek yang diberikan. Dalam propositional logic, kita
harus membentuk kalimat baru untuk setiap kasus.
Walaupun bentuk dari propotional logic dasar untuk kecerdasan dan bahasa computer, tetapi kita tidak dapat menggunakan bentuk ini dengan sendirinya untuk menyatakan pengetahuan manusia di dunia, karena bentuk ini kurang mampu untuk menunjukan hubungan antar-objek, bentuk ini terbatas hanya untuk penentuan kebenaran atau kesalahan dari sebuah contoh yang diberikan dan tidak dapat digunakan pada klasifikasi tertentu. Satu hal yang penting bahwa pradicate dapat memiliki beberapa argument. Kesimpulan dikatakann mengikuti secara logika dari dasar pikiran dan tergantung dari proposisi merupakan karakter monotic dari propositional dan predicate calculus.
Sebuah jalan yang tepat untuk menggambarkan persamaan logika dari jenis ini adalah sekumpulan production rules (yang mengkombinasikan dalam sebuah rule; forward dan backward) untuk memecahkan persoalan dalam propositional calculus. Untuk membuktikan sebuah ekspresi Q dari pemberian sebuah wff tunggal. Persamaan adalah langkah-langkah dalam sebuah agrumen gabungan dan setiap langkah adalah valid (benar)
Predicate calculus mempunyai keunggulan dalam pendefinisian sematik (arti kata), dan memiliki pembuktian kebenaran peraturan-peraturan kesimpulan dengan baik (inference rule). Dan predicate calculus juga merupakan salah satu dari skema yang digunakan dalam presentasi pengetahuan.
Dua perbedaan dalam symbolic logic:
1. propotional logic,
bertransaksi atau berhubungan dengan nilai kebenaran atau kesalahan dari sebuah
peryataan atau fakta yang ada di sekitar sekeliling kita.
2. predicate calculus, memasukan hubungan antara objek-objek dan kelas-kelas dari objek.
Karena itu, sistem formal yang
memanipulasi kalimat-kalimat standar menurut ketentuan (rule) yang
dispesifikasikan dengan baik dan mengizinkan beberapa jenis dari kesimpulan
yang dibuat. Sebuah system merupakan kombinasi dari proposional logic atau
proposonal calculus.
Agent harus memiliki kemampuan:
1. mewakili suatu kondisi, tindakan
dll.
2. menerima masukan
presepsi-presepsi baru
3. update representasi yang mendunia
4. mengambil kesimpulan dari property
dunia yang tersembunyi
5. mengambil keimpulan dari suatu
tindakan-tindakan yang tepat
3.3 Logic in General
Logika berasal dari
kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran
yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah
satu cabang filsafat. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme
(Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari
kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu di sini mengacu
pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan
akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang
dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.
Logika merupakan cabang
filsafat yang bersifat praktis berpangkal pada penalaran, dan sekaligus juga
sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu. Dengan fungsi sebagai dasar
filsafat dan sarana ilmu karena logika merupakan “jembatan penghubung” antara
filsafat dan ilmu, yang secara terminologis logika didefinisikan: Teori tentang
penyimpulan yang sah. Penyimpulan pada dasarnya bertitik tolak dari suatu
pangkal-pikir tertentu, yang kemudian ditarik suatu kesimpulan. Penyimpulan
yang sah, artinya sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat
dilacak kembali yang sekaligus juga benar, yang berarti dituntut kebenaran
bentuk sesuai dengan isi. Logika sebagai teori penyimpulan, berlandaskan pada
suatu konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata atau istilah, dan dapat
diungkapkan dalam bentuk himpunan sehingga setiap konsep mempunyai himpunan,
mempunyai keluasan. Dengan dasar himpunan karena semua unsur penalaran dalam
logika pembuktiannya menggunakan diagram himpunan, dan ini merupakan pembuktian
secara formal jika diungkapkan dengan diagram himpunan sah dan tepat karena sah
dan tepat pula penalaran tersebut.
Dalam sejarah
perkembangan logika, banyak definisi dikemukakan oleh para ahli, yang secara
umum memiliki banyak persamaan. Beberapa pendapat tersebut antara lain: The
Liang Gie dalam bukunya Dictionary of Logic (Kamus Logika) menyebutkan: Logika
adalah bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara
teratur asas-asas dan aturan-aturan penalaran yang betul (correct reasoning).
Menurut Mundiri dalam bukunya tersebut Logika didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran
yang betul dari penalaran yang salah. Secara etimologis, logika adalah istilah
yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos. Kata logos
berarti: sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (fikiran), kata, atau
ungkapan lewat bahasa. Kata logikos berarti mengenai sesuatu yang diutarakan,
mengenai suatu pertimbangan akal, mengenai kata, mengenai percakapan atau yang
berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa. Dengan demikian, dapatlah dikatakan
bahwa logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutarakan lewat
kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut logike episteme
atau dalam bahasa latin disebut logica scientia yang berarti ilmu logika, namun
sekarang lazim disebut dengan logika saja. Definisi umumnya logika adalah
cabang filsafat yang bersifat praktis berpangkal pada penalaran, dan sekaligus
juga sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu.
Source :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar