Logika Predikat adalah perluasan dari logika proposisi dimana
objek yang di bicarakan dapat berupa anggota kelompok. Misalkan P(x) merupakan
sebuah pernyataan yang mengandung variabel x dan D adalah sebuah himpunan. Kita
sebut P sebuah fungsi proposisi (dalam D) jika untuk setiap x di D, P(x) adalah
proposisi. Kita sebut D daerah asal pembicaraan (domain of discourse) dari P.
8.1. FUNGSI FUNGSI LOGIKA PREDIKAT
Berikut ini
beberapa contoh fungsi proposisi:
- n² + 2n adalah bilangan ganjil, dengan daerah asal
himpunan bilangan bulat.
- x² – x – 6 = 0, dengan daerah asal himpunan
bilangan real.
- Seorang pemain bisbol memukul
bola melampaui 300 pada tahun 1974, dengan daerah asal himpunan pemain
bisbol.
Sebuah predikat seringkali menyatakan sebuah hubungan relasional antara:
konstanta, variabel dan fungsi.
8.2. LOGIKA DAN SET ORDER PERTAMA
Logika Predikat Order Pertama disebut juga kalkulus
predikat, merupakan logika yang digunakan untuk merepresentasikan masalah yang
tidak dapat direpresentasikan dengan menggunakan proposisi. Logika predikat
dapat memberikan representasi fakat-fakta sebagai suatu pernyataan yang mapan (well form).
Syarat-syarat
symbol dalam logika predikat :
- himpunan huruf, baik huruf
kecil maupun huruf besar dalam abjad.
- Himpunan digit (angka) 0,1,2,…9
- Garis bawah “_”
- Symbol-simbol dalam logika
predikat dimulai dengan sebuah huruf dan diikuti oleh sembarang rangkaian
karakter-karakter yang diijinkan.
- Symbol-simbol logika predikat
dapat merepresentasikan variable, konstanta, fungsi atau predikat
Logika
Predikat Order Pertama terdiri dari :
Konstanta: objek atau sifat dari semesta
pembicaraan. Penulisannya diawali dengan huruf kecil, seperti : pohon,
tinggi. Konstanta true(benar) dan false(salah) adalah symbol
kebenaran (truth symbol).
Variable : digunakan untuk merancang kelas
objek atau sifat-sifat secara umum dalam semesta pembicaraan. Penulisannya
diawali dengan huruf besar, seperti : Bill, Kate.
Fungsi : pemetaan (mapping) dari satu atau
lebih elemen dalam suatu himpunan yang disebut domainfungsi ke dalam
sebuah elemen unik pada himpunan lain yang disebut rangefungsi.
Penulisannya dimulai dengan huruf kecil. Suatu ekspresi fungsi merupakan
symbol fungsi yang diikuti argument.
Argument adalah elemen-elemen dari fungsi,
ditulis diapit tanda kurung dan dipisahkan dengan tanda koma.
Predikat: menamai hubungan antara nol atau
lebih objek dalam semesta pembicaraan. Penulisannya dimulai dengan huruf
kecil, seperti : equals, sama dengan, likes, near.
Contoh
kalimat dasar :
teman(george,allen)
teman(ayah_dari(david),ayah_dari(andrew))
dimana:
argument :
ayah_dari(david) adalah george
argument :
ayah_dari(andrew) adalah allen
predikat :
teman
8.3. QUANTIFIER UNIVERSAL
Hal ini biasanya dilambangkan dengan
berbalik A (
∀)
operator
logika simbol,
yang bila digunakan bersama-sama dengan variabel predikat, disebut quantifier
universal (“
∀x”, “
∀ (x)”,
atau kadang-kadang dengan “(x) “saja). Kuantifikasi Universal berbeda dari
kuantifikasi eksistensial (“ada
ada”), yang menegaskan bahwa properti atau relasi hanya berlaku untuk
setidaknya satu anggota dari domain.
Contoh 1 :
(∀x) (x + x =
2x)
“untuk
setiap x (dimana x adalah suatu bilangan), kalimat x + x = 2x adalah benar.”
Contoh 2 :
(∀x) (p) (Jika
x adalah seekor kelinci -> x adalah binatang).
Kebalikan
kalimat “bukan kelinci adalah binatang” ditulis :
(∀x) (p) (Jika
x adalah seekor kelinci -> ~x adalah binatang)
dan dibaca :
– “setiap
kelinci adalah bukan binatang”
“semua
kelinci adalah bukan binantang”
8.4. QUANTIFIER EXISTENSIAL
Hal ini biasanya dilambangkan dengan
E berubah (
∃)
operator
logika simbol,
yang bila digunakan bersama-sama dengan variabel predikat, disebut quantifier
eksistensial (“
∃x” atau “
∃ (x)”) Kuantifikasi
eksistensial.
Contoh 1 :
(∃x) (x . x =
1)
Dibaca :
“terdapat x yang bila dikalikan dengan dirinya sendiri hasilnya sama dengan 1.”
Contoh 2 :
(∃x) (panda(x) ∧ nama(Clyde))
Dibaca :
“beberapa panda bernama Clyde”.
Contoh 3 :
(∀x) (jerapah(x) -> berkaki
empat(x))
Dibaca :
“semua jerapah berkaki empat”.
Universal
quantifier dapat diekspresikan sebagai konjungsi.
(∃x) (jerapahh(x) ∧ berkaki
tiga(x))
Dibaca :
“ada jerapah yang berkaki tiga”
Existensial
quantifier dapat diekspresikan sebagai disjungsi dari
urutan ai.
P(a1) ∨ P(a2) ∨ P(a3) …∨ P(aN)
8.5. RESOLUSI LOGIKA PREDIKAT
Resolusi pada logika predikat pada dasarnya sama
dengan resolusi pada logika proposisi, hanya saja ditambah dengan
unifikasi.Pada logika predikat, prosedur untuk membuktikan pernyataan P dengan
beberapa pernyataan F yang telah diketahui, dengan menggunakan resolusi, dapat
dilakukan melalui algoritma sebagai berikut :
1. Konversikan semua proposisi F ke
bentuk klausa
2. Negasikan P, dan konversikan hasil
negasi tersebut ke bentuk klausa.Tambahkan kehimpunan klausa yang
telah ada pada langkah
3. Kerjakan hingga terjadi kontradiksi
atau proses tidak mengalami kemajuan :
·
Seleksi 2
klausa sebagai klausa parent
·
Bandingkan
(resolve) secara bersama-sama. Klausa hasil resolve tersebut resolvent.
Jika ada pasangan literal T dan ¬T2 sedemikian hingga keduanya dapat dilakukan
unifikasi, maka salah satu T1 dan T2 disebut sebagai complementary literal.
Jika ada lebih dari 1 complementary literal, maka hanya sepasang yang dapat
meninggalkan resolvent
·
Jika
resolvent berupa klausa kosong, maka ditemukan kontradiksi. Jika tidak,
tambahkan ke himpunan klausa yang telah ada
Contoh kasus :
Misalkan
terdapat pernyataan-pernyataan sebagai berikut :
1. Fajar adalah seorang mahasiswa
2. Fajar masuk Jurusan Elektro
3. Setiap mahasiswa elektro pasti
mahasiswa Teknik
4. Kalkulus adalah matakuliah yang
sulit
5. Setiap mahasiswa teknik pasti akan
suka kalkulus atau akan membencinya
6. Setiap mahasiswa pasti akan suka
terhadap suatu matakuliah
7. Mahasiswa yang tidak pernah hadir
pada kuliah matakuliah sulit, maka mereka pasti tidak suka terhadap matakuliah
tersebut
8. Fajar tidak pernah hadir kuliah
matakuliah kalkulus
Maka harus
terlebih dahulu diubah ke dalam bentuk klausa sebagai berikut :
1. Mahasiswa
(Fajar)
2. Elektro
(Fajar)
3.¬ Elektro
(x1) v Teknik (v1)
4. Sulit (Kalkulus)
5.¬ Teknik
(x2) v suka (x2, Kalkulus) v benci (x2, Kalkulus)
6. Suka (x3,
f1 (x3))
7.¬ Mahasiswa
(x4) v ¬ sulit (y1) v hadir (x4, y1) v ¬ suka (x4, y1)
8.¬ Hadir
(Fajar, Kalkulus)
Daftar Pustaka