TUGAS 2
1. Individu,Keluarga
dan Masyarakat
·
Pengertian
Individu
Secara
leksikal (baca: makna dalam kamus, dalam hal ini kamus besar bahasa Indonesia,
2008:583), individu merupakan kata benda yang memiliki arti: orang perorang;
pribadi orang (terpisah dari yang lain). Individu berasal dari kata in
dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung
pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu
artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal
dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu
sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil
dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu
memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.
Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut
menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka
seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani
dan ruhaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan
jiwanya.
·
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Pertumbuhan Individu
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1)
Faktor Biologis
Semua
manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala,
tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan
dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus.
Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang
sama.
2)
Faktor Geografis
Setiap
lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya.
Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan
kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya
kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan
tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3)
Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan
kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti
semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama
juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Dari
semua faktor-faktor di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti
keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu.
Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat
menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.
·
Pengertian Keluarga
Keluarga
berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga
"kulawarga" yang berarti "anggota" "kelompok
kerabat". Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih
memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ("nuclear family")
terdiri dari ayah,
ibu,
dan anak-anak mereka.
Pengertian
Keluarga Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah
suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI
(1998).
Kumpulan
beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa
berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak
bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing
anggotanya. (Ki Hajar Dewantara)
Keluarga
adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah
tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan
menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara
Celis).
Dari
pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah unit terkecil
dari masyarakat yang terdiri atas dua orang atau lebih yang terikat oleh
perkawinan atau pertalian darah. Keluarga, hidup dalam satu rumah tangga di
bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga yang berinteraksi di antara sesama
anggota keluarga.
Peranan
Keluarga Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal,
sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi
tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola
perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
·
Fungsi Keluarga
Menurut BKKBN (Badan Koordinasi
Keluarga Berencana Nasional) bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi
keluarga yang dikemukakan oleh BKKBN ini senada dengan fungsi keluarga menurut
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994, yaitu :
1. Fungsi Keagamaan,
yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
2. Fungsi Sosial Budaya,
Dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
3. Fungsi Cinta Kasih,
Diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
4. Fungsi Melindungi,
Bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
5. Fungsi Reproduksi,
Merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan,
Merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik
7. Fungsi ekonomi,
Adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang.
8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
1. Fungsi Keagamaan,
yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
2. Fungsi Sosial Budaya,
Dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
3. Fungsi Cinta Kasih,
Diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
4. Fungsi Melindungi,
Bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
5. Fungsi Reproduksi,
Merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan,
Merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik
7. Fungsi ekonomi,
Adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang.
8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
Fungsi ini dilakukan dengan cara
menjaga kelestarian lingkungan hidup, menciptakan lingkungan hidup yang bersih,
sehat, aman penuh keindahan.
Pengertian Masyarakat
Dalam bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial. Untuk pemahaman lebih luas tentang pengertian masyarakat sebaiknya kita kemukakan beberapa definisi masyarakat sebagai berikut:
Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
Dalam bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial. Untuk pemahaman lebih luas tentang pengertian masyarakat sebaiknya kita kemukakan beberapa definisi masyarakat sebagai berikut:
Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
Menurut
J.L. Gilin dan J.P. Gilin, Masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan
perasaan persatuan yang sama.
Max
Weber menjelaskan pengertian masyarakat sebagai suatu
struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai
yang dominan pada warganya.
Menurut
sosiolog Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif
individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
Karl
Marx berpendapat bahwa Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita
ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara
kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.
Masyarakat menurut M.J. Herskovits adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu.
Koentjaraningrat (1994) menjabarkan definisi masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.
Ralph Linton (1968), masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut.
a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
c. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
d. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.
Masyarakat menurut M.J. Herskovits adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu.
Koentjaraningrat (1994) menjabarkan definisi masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.
Ralph Linton (1968), masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut.
a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
c. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
d. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
·
Golongan-golongan
Masyarakat
Nottingham
menjelaskan secara umum tentang hubungan agama dengan masyarakat yang
menurutnya, terbagi tipe-tipe. Tampaknya pembagia ini mengikutui konsep August
Comte tentang proses tahapan pwembentukan masyarakat. Adapun tipe-tipe yang di
maksud Nottingham itu adalah sebagai berikut.
1.
Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sacral. Tipe masyarakat ini kecil,
terisolasi dan terbelakang. Anggota masyarakatnya menganut agama yang sama. Tidak
ada lembaga lain yang relative berkembang selain lembaga keluarga, agama
menjadi focus utama bagi pengintegrasian dan persatuan masyarakat dari
masyatakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, kemungkinan agama memasukan
pengaruh yang sacral ke dalam system nilai-nilai masyarakat sangat mutlak.
2.
Masyarakat praindustri yang sedang berkembang. Keadaan masyarakatnya tidak
terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe pertama.
Agama memberikan arti dan ikatan kepada system nilai dalam tipe masyarakat ini.
Tetapi, pada saat yang sama, lingkungan yang sacral dan yang sekuler
sedikit-banyak masih dapat dibedakan. Misalnya, pada fase-fase kehidupan social
masih diisi oleh upacara-upacara keagamaan, tetapi pada sisi kehidupan lain,
pada aktivitas sehari-hari, agama kurang mendukung. Agama hanya mendukung
masalah adat-istiadat saja.Nilai-nilai
keagamaan dalam masyarakat menempatkan focus utamanya pada pengintegrasian
tingkah laku perseorangan, dan pembentukan citra pribadi mempunyai konsekuensi
penting bagi agama.Salah satu
akibatnya,anggota masyarakat semakin terbiasa dengan penggunaan metode empiris
yang berdasarkan penalaran dan efesiensi dalam menanggapi masalah- masalah
kemanusiaan sehingga lingkungan yang bersifat sekuler semakin meluas.
Memiliki
karakter-karakter yang dikemukakan Notting ham tersebut,tampaknya pengaruh
agama terhadap golongan masyarakat
pun, jika dilihat dari karakter masing-masing golongan pekerjaan,tidak akan
berbeda jauh dengan pengaruh agama terhadap masyarakat yang digambarkan Notting
ham secara umum,karna system masyarakat akan mencerminkan budaya masyarakatnya.
1.
Golongan petani.Pada umumnya,golongn
petani termasuk masyarakat yang terbelakang.Lokasinya berada didaerah terisolasi
system masyarakatnya masih sederhana,lembaga-lembaga sosialnyapun belum banyak berkembang.Mata pencaharian utamanya bergantung
pada alam yang tidak bisa dipercepat,diperlamba,atau dperhitungkan secara
cermat sesuai dengan keinginan petani.Faktor subur tidaknya tanah,dan
sebagainya merupakan faktor-faktor yang brada di luar jangkauan petani oleh
sebab itu,mereka mencari kekuatan dan kemampuan di luar dirinya yang dipandang
mampu dandapat mengatasi semua persoalan yang telah atau akan menimpa dirinya.Maka,diadakanlah upacara-upacara atau
ritus-ritus yang dianggap sebagai tolak bala atau menghormati dewa.Menyediakan
sesajen bagi Dewi Sri,yang dipercayai sebagai pelindung sawah dan ladang.
Dengan
pengamatan selintas pengaruh agama tehadap golongan petani cukup besar.Jiwa keagamaan mereka relaitf lebih besar
karena kedekatannya dengan alam.
2.
Golongan nelayan.Karakter pekerja golongan nelayan hampir sama dengan karakter
golongan petani.Mata pencahariannya
berganyung pada keramahan alam.Jika
musimnya sedang bagus,tidak ada badai,boleh jadi tangkapan ikannya
melimpah.Biasanya pada waktu-waktu tertentu ada semacam upacara untuk
menghormati penguasa laut,yang pada masyarakat Indonesia dikenal sebagai Nyi
Roro Kidul.Berdasarkan fakta tersebut,pengaruh agama pada kehidupan nelayan
dapat dikatakan signifikan.
3.
Golongan pengrajin dan pedagang kecil.Golongan pengrajin dan pedagang kecil
hidup dalam situasi yang berbeda dengan golongan petani.Kehidupan golongan ini
tidak terlalu berkutat dengan situasi alam dan tidak terlalu bergantung pada alam.Hidup mereka didasarkan atas landasan
ekonomi yang memerlukan perhitungan rasional.Mereka tidak menyadarkan diri pada
keramahan alam yang tidak bisa dipastikan,tetapi lebih mempercayai perencanaan
yang teliti danpengarahan yang pasti.
Menurut
Weber yang mempelajari sejarah agama-agama dengan cara yang berlaku pada
zamannya,yaitu agma Kristen,Yahudi,Islam,Hindu,Budha,dan konfusianisme,Taoisme
golongan pengrajin dan pedagang kecil suka menerima pandangan hidup yang
mencakup etika pembalasan. Mereka menaati kaidah moral dan pola sopan santun
dan percaya bahwa pekerjaan yang baik dilakukan dengan tekun dan teliti akan
membawa balas jasa yang setimpal.
4.
Golongan pedagang besar.Kategori yang paling menonjol dari golongan pedagang
besar adalah memiliki sikapnya yang lain terhadap agama.Pada umumnya kelompok ini mempunyai jiwa
yang jauh dari gagasan tentang imbalan jasa (compensation) moral,seperti yang dimiliki
golongan tingkat menengah bawah.mereka lebih berorientasi pada kehidupan nyata (mundane) dan
cenderung menutup agama profetis dan etis. Perasaan keagamaannya lebih bersifat
fungsional, kemampuan yang mereka miliki terletk pada kekuatan ekonominya.
5.
Golongan kariyawan.Weber menyebut
golongan karyawan sebagai kaum birokrat. Hal ini dilihat dari pembagian
fungsi-fungsi kerja yang ada sudah jelas dan adanya penyelesaian suatu masalah
kemanusiaan berdasarkan penalaran dan efisiensi.
6.
Golongan buruh. Yang dimaksud dengan golongan buruh adalah mereka yang bekerja
dalam industri-industri atau perusahan-perusahaan modern. Golongan buruh
termasuk kelas proletar yang tidak diikutsertakan dalam kehidupan
masyarakat,disingkirkan dari system social yang berlaju.Kelas
ini merupakan golongan yang dijadikan sapi perahan untuk meraup keuntungan yang
sangat besar oleh kaum borjuis.Agama yang
dibutuhkan oleh golongan buruh tampaknya agama yang bisa membebaskan dirinya
dari penghisapan tenega kerja segara berlebihan.
7.
Golongan tua-muda. Meskipun secara social penggolongan tua muda ini ada, tetapi
susah ditentukan batasannya secara praktis. Berdasarkan pengamatan sepintas
tersebut, dapat dikatakan bahwa agama pada golongan tua lebih kental
dibandingkan dengan golongan muda. Nanun, bila asumsi ini diterapkan pada zaman
sekarang, ternyata mengalami kesulitan juga, karena tidak jarang banyak orang
yang berumur 40 ke atas berlaku seperti anak muda.
8.
Golongan pria-wanita. Secara psikologis, watak umum pria dan wanita berbeda.
Dalam menghadapi suatu keadaan, watak
pria lebih dominan menggunakan pertimbangan rasional, sedangkan wanita lebih
rasa / emosinya.
Jika
dlihat secara keseluruhan, tujuan beragama seseorang itu rata-rata untuk
nencari ketenangan bathin.Dalam masalah
penghayatan keagamaan, tampaknya golongan wanita lebih dominan,karena faktor
pembawaan mereka umumnya cenderung emosional.
2. Pemuda dan
Sosialisasi
PEMUDA
Pemuda/pemudi
bisa dikatakan saat ini sangat rentan terhadap segala hal yang berkaitan dengan
segala hal dari segi pikiran , dan materi. Karena pemuda memiliki tingkat
emosional yang tinggi , yang serba ingin tahu , serta ingin mencobanya. Mereka
( pemuda / pemudi ) memiliki perkembangan yang kuat untuk mencari apa yang
mereka inginkan demi memcapai yang di inginkan olehnya. Tingkat emosional yang
begitu besar yang membuat mereka semua untuk bangkit atau semangat , berjuang
mencapai keinginannaya. Pemuda zaman sekarang berbeda dengan pemuda masa lalu ,
perbedaannya pun jelas terlihat oleh semua orang , dari segi pemikiran ,
pergaulan , pemecahan masalah , dll. Karena mungkin zaman dahulu tak begitu
banyak perkembangan yang disertai dengan perkembangan terknologi, mengapa
berkaitan teknologi???? karena pada zaman dahulu banyak orang yang tak tahu
tentang perkembangan teknololgi , seperti contohnya zaman dahulu sulit
mendapatkan informasi secara cepat dikarenakan jarangnya fasilitas untuk
menyampaikan informasi tersebut, berbeda dengan zaman sekarang yang serba mudah
untuk mendapatkan informasi secara cepat dan akurat , dengan adanya handphone ,
internet , dll pemuda dan pemudi mampu mendapatkan semua dengan mudah. Tetapi
dengan mudahnya fasilitas yang telah tersedia , banyak pemuda / pemudi yang
menyalahgunakan fasilitas tersebut, memiliki handphone hanya untuk menyimpan
film – film porno , be-internet hanya untuk mencari situs – situs yang tak
berguna. Ber-internet pun saat ini banyak digemari oleh para pemuda dan pemudi
untuk bermain game online , dengan game online mereka lupa terhadap waktu yang
sebenarnya mereka melakukan kegiatan positif seperti bekerja , kuliah , dll.
Dengan begitu pemuda pun sangat udah dipengaruhi. Pergaulan pun saat ini
tebilang sangat parah dan rawan apabila sang kelurga tak mengawasinya dengan
baik. Pergaulan ini sangat mengecewakan tetapi semua itu tergantung dengan
orangya sendiri , bisa dikatakan pergaulan saat ini semau mereka, yang mereka
anggap enjoy dan fun , mereka pun terus melakukan hal seperti itu, serta
keinginan tuk mencari sesuatu untuk dirinya mereka siap terjun untuk
melaksanakan dan semangat tuk melanjutkan sesuai dengan hatinya, sekarang
banyak pemuda yang telah menikah dikarenakan sudah melakukan sesuatu yang
dilanggar , seperti hamil diluar nikah saat ini sudah banyak terjadi
dimana-mana , karena mereka tidak bisa menahan emosional mereka untuk menjaga
nama baik mereka dimata semuanya, yang dipikirkan olehnya hanya fun dan enjoy ,
makanya saat ini pemuda harus waspada terhadap pergaulan yang ada di sekitar
kita , jika tidak kita ( pemuda ) akan terkena suatu yang tidak mengenakkan
terhadap kita , kita menahan malu terhadap semua telah terjadi, pemuda pun tak
bisa jauh dari namanya rokok, sebagian besar pemuda sudah merasakan merokok ,
dan pemuda pun saat ini sudah mengenal dengan meminum minuman keras , karena
mereka merasa nyaman dan enak. Sebenarnya semua iini bisa dikatakan pemuda
sangat rentan terhadap segala apa yang ada disekitarnya, oleh karena itu pemuda
dan pemudi harus waspada terhadap semuanya, dan janganlah terpengaruh tehadap
segalanya, harus dipikirkan secara matang apa yang akan terjadi bila pemuda /
pemudi melakukan sesuatu yang diluar dari kebaikan demi untuk menjaga nama baik
dirinya
Hakekat
Pemuda
Ada
beberapa hakekat kepemudaan yang ditinjau dari dua asumsi :
1.
pengkhayatan
mengenai proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung
menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai
artinya sendiri-sendiri. Pemuda dibedakan dari anak dan orang tua dan
masing-masing fragnen itu mewakili nilai sendiri.merupakan tambahan dari asumsi
wawasan kehidupan ialah posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.Pemuda
sebagai suatu subjek dalam hidup, tentulah mempunyai nilai sendiri dalam
mendukung dan menggerakan hidup bersama. Hal ini hanya bisa terjadi apabila
tingkah laku pemuda itu sendiri ditinjau sebagai interaksi dalam lingkungannya
dalam arti luas.
Ciri utama dari pendekatan ini melingupi dua unsur pokok yaitu unsur lingkungan atau ekologi sebagai kesekuruhan dan kedua,unsure tujuan yang menjadi pengarah dinamika dalam lingkungan itu.Keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya adalah suatu keseimbangan yang dinamis, suatu interaksi yang bergerak.Arah gerak itu sendiri mungkin ke arah perbaikan mungkin pula ke arah kehancuran.
Ciri utama dari pendekatan ini melingupi dua unsur pokok yaitu unsur lingkungan atau ekologi sebagai kesekuruhan dan kedua,unsure tujuan yang menjadi pengarah dinamika dalam lingkungan itu.Keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya adalah suatu keseimbangan yang dinamis, suatu interaksi yang bergerak.Arah gerak itu sendiri mungkin ke arah perbaikan mungkin pula ke arah kehancuran.
2.
Peranan
Pemuda Dalam Pembangunan Masyarakat ,Bangsa dan Negara
Dalam hubungannya dengan sosialisasi geenerasi muda khususnya mahasiswa telah melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan contoh untuk generasi muda, mahasiswa pada khususnya pada saat ini.
Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 ternyata perlu ditebus dengan pengorbanan yang tinggi. Oleh karena segera setelah proklamasi pemuda Indonesia membentuk organisasi yang bersifat politik maupun militer, diantaranya KAMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) yang didirikan oleh mahasiswa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
KAMI menjadi pelopor pemdobrak kearah kehidupan baru yang kemudian dikenal dengan nama orde baru (ORBA). Barang siapa menguasai generasi muda, berarti menguasai masa depan suatu bangsa, demikian bunyi suatu pepatah. Berarti masa depan suatu bangsa itu terletak ditangan generasi mudas.
Kalau dilihat lebih mendalam, mahasiswa pada garis besarnya mempunyai peranan sebagai :
a. agent of change
b. agent of development
c. agent of modernizatiom
Sebagai agent of change, mahasiswa bertugas untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat kearah perubahan yang lebih baik. Sedangkan agent of development,mahasiswa bertugas untuk melancarkan pembangunan di segala bidang, baik yang bersifat fisik maupun non fisik.Sebagai agent of modernization, mahasiswa bertugas dan bertindak sebagai pelopor dalam pembaharuan.
Dalam hubungannya dengan sosialisasi geenerasi muda khususnya mahasiswa telah melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan contoh untuk generasi muda, mahasiswa pada khususnya pada saat ini.
Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 ternyata perlu ditebus dengan pengorbanan yang tinggi. Oleh karena segera setelah proklamasi pemuda Indonesia membentuk organisasi yang bersifat politik maupun militer, diantaranya KAMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) yang didirikan oleh mahasiswa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
KAMI menjadi pelopor pemdobrak kearah kehidupan baru yang kemudian dikenal dengan nama orde baru (ORBA). Barang siapa menguasai generasi muda, berarti menguasai masa depan suatu bangsa, demikian bunyi suatu pepatah. Berarti masa depan suatu bangsa itu terletak ditangan generasi mudas.
Kalau dilihat lebih mendalam, mahasiswa pada garis besarnya mempunyai peranan sebagai :
a. agent of change
b. agent of development
c. agent of modernizatiom
Sebagai agent of change, mahasiswa bertugas untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat kearah perubahan yang lebih baik. Sedangkan agent of development,mahasiswa bertugas untuk melancarkan pembangunan di segala bidang, baik yang bersifat fisik maupun non fisik.Sebagai agent of modernization, mahasiswa bertugas dan bertindak sebagai pelopor dalam pembaharuan.
Beberapa
Permasalahan Dan Tantangan
Perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang diikuti oleh masalah peledakan penduduk dan berbagai krisis dunia dalam bidsng ekonomi, social, budaya, politik dan pertahanan keamanan, telah mempengaruhi masyarakat secara mendasar.
Pengaruh itu drasakan pula oleh generasi muda atau pemuda sebagai masalah langsung menyangkut kepentingannya di masa kini dan tantangan yang dihadapinya di masa yang akan datang. Secara garis besar, permasalahan generasi muda itu dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yang meliputi :
a. Aspek Sosiologi Psikhologi
b. Aspek Sosial Budaya
c. Aspek Sosial Ekonomi
d. Aspek Sosial Politik
Perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang diikuti oleh masalah peledakan penduduk dan berbagai krisis dunia dalam bidsng ekonomi, social, budaya, politik dan pertahanan keamanan, telah mempengaruhi masyarakat secara mendasar.
Pengaruh itu drasakan pula oleh generasi muda atau pemuda sebagai masalah langsung menyangkut kepentingannya di masa kini dan tantangan yang dihadapinya di masa yang akan datang. Secara garis besar, permasalahan generasi muda itu dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yang meliputi :
a. Aspek Sosiologi Psikhologi
b. Aspek Sosial Budaya
c. Aspek Sosial Ekonomi
d. Aspek Sosial Politik
SOSIALISASI
Melalui
proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan
kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan
dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana
ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.
Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan
beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk.
Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu
melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman cari hidup dan bagaimana cara
berpikir kelompoknya gar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota
masyarakat dan hubungannya degnan sistem sosial.
Proses
sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial
yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan
norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada
soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh
karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang.
Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap
diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran
terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai
kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
- Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya; atau sebaliknya, ida disayangi, baik budi dandapt dipercaya
- Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial
Bertitik
tolak dari pengertian pemuda, maka sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10
tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal
atau informal untuk berperan sebagai mahluk sosial, mahluk individual bagi
pemuda
Thomas
Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu
untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapatdalam kebudayaan
masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses
akomodasi, dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai
dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah
laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat.
Get a $50 free chip bonus at Slots of Vegas
BalasHapusSlots of Vegas Online septcasino Casino Review - Welcome casino-roll.com Bonus: Get $50 free febcasino.com chip bonus https://deccasino.com/review/merit-casino/ at Slots of Vegas Casino! Read on to learn more 출장안마 about the latest Rating: 3.5 · Review by Casino Roll