Sabtu, 27 Desember 2014

Tulisan 1



Tulisan 1
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah ''Cultural-Determinism''.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai ''superorganic''.

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.





Adat Istiadat di Jawa Timur
Menurut saya adat istiadat Jawa Timur hampir sama dengan adat istiadat Jawa Tengah. Karena ada sebagaian adat yang sama dalam tiap suatu acara, seperti pernikahan.
Hanya didalam tradisi Jawa timur ada Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih. Masyarakat di pesisir barat: Tuban, Lamongan, Gresik, bahkan Bojonegoro memiliki kebiasaan lumrah keluarga wanita melamar pria, berbeda dengan lazimnya kebiasaan daerah lain di Indonesia, dimana pihak pria melamar wanita. Dan umumnya pria selanjutnya akan masuk ke dalam keluarga wanita.
Untuk kebudayaan atau kepercayaan masyarakat Gunung Bromo, di daerah tersebut masih mempercayai kepercayaan Upacara Kasada (Kasodo) dan Pura Luhur Poten Gunung Bromo. Masyarakat Gunung Bromo sebagai pemeluk agama Hindu oleh Suku Tengger tidak seperti pemeluk agama Hindu pada umumnya,. karena mereka memiliki candi-candi sebagai tempat peribadatan, namun bila melakukan peribadatan mereka melakukannya ditempat-tempat seperti di punden, danyang dan poten.
Poten merupakan sebidang lahan di lautan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu, poten terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dalam suatu susunan komposisi di pekarangan yang dibagi menjadi tiga Mandala/zone, yaitu:
1. Mandala Utama, disebut juga jeroan yaitu tempat pelaksanaan pemujaan persembahyangan yang terdiri dari: Padmaberfungsi,Bangunan Sekepat (tiang empat),Kori Agung Candi Bentar,candi gelung atau kori agung.
2. Mandala Madya atau Zona Tengah, disebut juga jaba tengah, tempat persiapan dan pengiring upacara terdiri dari:Kori Agung Candi Bentar, Bale Kentongan, Bale Bengong, disebut juga Pewarengan suci.
3. Mandala Nista atau Zona Depan, disebut juga jaba sisi yaitu tempat peralihan dari luar ke dalam pura yang terdiri dari bangunan candi bentar/bangunan penunjang lainnya. Pekarangan pura dibatasi oleh tembok penyengker batas pekarangan pintu masuk di depan atau di jabaan tengah/sisi memakai candi bentar dan pintu masuk ke jeroan utama memakai Kori Agung.
Kebudayaan daerah Jawa Timur dalam hal lain hampir dikatakan sama seperti daerah Jawa Tengah, hanya beberapa daerah yang mempunyai kebudayaan dan adat istiadat sendiri seperti masyarakat Gunung Bromo ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar