TULISAN 2
Macam-macam
Bentuk Kekeluargaan beserta Contohnya
1. Prinsip Patrilineal
Prinsip patrilineal adalah suatu prinsip keturunan dalam
kekerabatan dengan memperhitungkan hubungan kekerabatan melalui garis keturunan
laki-laki, sehingga semua kaum kerabat ayah termasuk dalam batas
kekerabatannya, sedangkan semua kaum kerabat ibu berada di luar batas itu.
Contoh masyarakat yang menganut hubungan kekerabatan berdasarkan prinsip
patrilineal sangat banyak di Indonesia. Dalam masyarakat Batak misalnya, hubungan
kekerabatan diperhitungkan melalui garis keturunan laki-laki, dan bagi setiap
individu, kaum kerabat ayah juga merupakan kaum kerabat sosiologisnya, yaitu
kaum kerabat menurut adat.
2. Prinsip Matrilineal
Prinsip matrilineal adalah suatu prinsip keturunan dalam
kekerabatan dengan memperhitungkan hubungan kekerabatan melalui garis keturunan
perempuan, sehingga semua kaum kerabat ibu termasuk dalam batas kekerabatannya,
sedangkan semua kaum kerabat ayah tidak termasuk dalam batas itu. Contoh masyarakat
yang menganut prinsip kekerabatan berdasarkan prinsip matrilineal adalah
masyarakat Minangkabau.
3. Prinsip Bilineal
Prinsip bilineal adalah suatu prinsip dalam kekerabatan dengan
memperhitungkan hubungan kekerabatan melalui garis keturunan laki-laki bagi
hak-hak dan kewajibankewajiban tertentu, dan hubungan kekerabatan melalui garis
keturunan perempuan bagi hak-hak tertentu yang lain pula.
Dengan demikian, untuk keperluan-keperluan tertentu seseorang
menggunakan kedudukannya sebagai kerabat ayahnya, dan di kesempatan lain
sebagai kerabat ibunya. Masyarakat yang menggunakan prinsip ini adalah
masyarakat Umbundu di Angola, Afrika Barat.
4. Prinsip Bilateral
Prinsip bilateral adalah suatu prinsip dalam kekerabatan yang
memperhitungkan hubungan kekerabatan melalui garis keturunan laki-laki maupun
perempuan. Prinsip ini sebenarnya dinilai tidak selektif, karena semua kerabat
ibu maupun ayahnya termasuk dalam batas hubungan kekerabatannya. Oleh karena
itu, ada beberapa prinsip tambahan terkait dengan prinsip bilateral tersebut,
yaitu prinsip ambilineal, prinsip konsentris, prinsip primogenitur, dan prinsip
ultimogenitur.
a. Prinsip Ambilineal
Prinsip ambilineal adalah prinsip dalam kekerabatan yang
memperhitungkan hubungan kekerabatan dengan sebagian warga masyarakat melalui
garis keturunan laki-laki, dan dengan sebagian warga masyarakat lain
menggunakan garis keturunan perempuan. Masyarakat yang menggunakan prinsip
ambilineal ini adalah masyarakat Iban Ulu Ai di Kalimantan.
b. Prinsip Konsentris
Prinsip konsentris adalah prinsip dalam kekerabatan yang
memperhitungkan hubungan kekerabatan hingga jumlah angkatan yang terbatas.
Masyarakat yang menggunakan prinsip kekerabatan ini adalah masyarakat Jawa,
khususnya dari lapisan bangsawan. Para bangsawan biasanya memiliki gelar di
depan namanya, seperti raden mas, raden ayu, atau raden, yang diturunkan dari
nenek moyangnya secara bilateral, dan berlaku sampai angkatan tertentu. Ada
gelargelar yang diturunkan sampai angkatan kedua, dan ada gelargelar yang
sampai angkatan ketiga atau ketujuh. Prinsip konsentris ini berdasarkan nenek
moyang yang menurunkan gelar-gelar itu sebagai pusatnya, yang dikelilingi oleh
generasigenerasi keturunannya.
c. Prinsip Primogenitur
Prinsip primogenitur adalah prinsip dalam kekerabatan yang
memperhitungkan hubungan kekerabatan melalui garis keturunan laki-laki dan
perempuan, tetapi berlaku hanya bagi yang tertua saja. Masyarakat yang
menggunakan prinsip ini adalah suku bangsa di Polinesia, di mana hanya anak
tertua saja dalam suatu angkatan yang berhak mewarisi gelar yang diturunkan
melalui garis keturunan laki-laki maupun perempuan.
·
Peranan Mahasiswa dalam Sosialisasi
Pada
intinya seluruh manusia selalu melakukan yang namanya proses social tak
terkecuali kita sebagai mahasiswa yang sangat berperan penting dalam melakukan
proses sosialisasi di masyarakat,mahasiswa juga berperan aktif dalam proses
tersebut bahwasannya mahasiswa setiap harinya selalu bertemu dengan hal-hal
yang baru dan orang baru disekitarnya,jadi tidak menutup kemungkinan jika para
mahasiswa lebih bisa dan terbiasa dalam melakukan proses sosialisasi di
kehidupan pribadi maupun social mereka. Ada berbagai macam cara mahasiswa dalam
melakukan proses sosialisasi seperti contohnya mengemukakan pendapat positif
dalam suatu diskusi antar sesama mahasiswa atau bahkan dalam forum tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar